rss

Saturday, 5 September 2009

Sadar Wisata, Saling Klaim Budaya Indonesia - Malaysia


Belakangan ini saling klaim kepemilikan budaya Indonesia dengan Malaysia daftarnya semakin panjang saja, setelah berhasil menguasai Pulau Sipadan - Likitan dalam voting di Lembaga Mahkamah Internasional (International Court of Justice), Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia. Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia (baca selengkapnya), Malaysia semakin agresif, kemudian muncul lagi kepermukaan kasus Ambalat, jangan anggap hanya itu saja perseteruan Indonesia - Malaysia, tak kalah serunya muncul kasus lainnya, namun kali ini dengan meng-klaim Budaya Indonesia, berturut-turut lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku, tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur, tari Pendet dari Bali. Apakah cukup sampai disini ? TIDAK ! setelah menelusuri lebih jauh ternyata puluhan seni budaya Indonesia lainnya telah di klaim Malaysia, berikut Data Klaim Negara Lain Atas Budaya Indonesia.


Ini adalah daftar artefak budaya Indonesia yang diduga dicuri, dipatenkan, diklaim, dan atau dieksploitasi secara komersial oleh korporasi asing, oknum warga negara asing, ataupun negara lain:

1. Batik dari Jawa oleh Adidas
2. Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
3. Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
4. Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
5. Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
6. Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
7. Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
8. Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
9. Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
10. Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
11. Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
12. Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
13. Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
14. Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
15. Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
16. Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
17. Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
18. Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
19. Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
20. Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
21. Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
22. Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
23. Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
24. Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
25. Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
26. Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
27. Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
28. Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
29. Kain Ulos oleh Malaysia
30. Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
31. Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
32. Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia



Tidak peduli lagikah kita dengan budaya bangsa kita sendiri saat ini ? sehingga dengan gampangnya bangsa lain mengakui warisan nenek moyang kita ? dan apa betul generasi muda bangsa Indonesia sekarang ini hanya sedikit yang mau tetap melestarikannya kesenian daerahnya ketimbang bangsa lain yang lebih tertarik dengan budaya kita ? siapa yang patut dipersalahkan ?

Mari kita dukung Sadar Wisata yang telah dicanangkan Pemerintah, cintailah budaya kita dan jangan pernah menyepelekannya hanya karena anda menganggap kuno dan kampungan !

Jika Anda memiliki informasi dugaan pencurian, pematenan, klaim, atau komersialisasi sepihak oleh oknum negara lain atas kekayaan budaya Indonesia segera laporkan di sini, yaitu dengan mengklik "sunting". Jika Anda kesulitan, silahkan mengirimkan email ke sini mailto: office@budaya-indonesia.org

sumber data : budaya-indonesia.org
foto tari pendet : iloveblue.com

Mohon jika berkomentar, berkomentarlah secara bijak jangan lagi ada dusta diantara kita hehehe ...





Postingan Terkait Lainnya :


BorneoBackpakers Store Belanja Sebelum Travelling

2 komentar:

vinasthika on 7 September 2010 at 06:03 said...

oh tidak. saya sedih mendengarnya.
tapi saya lebih sedih lagi jika masalah ini tidak selesai2,
saya lebih sedih lagi jika bumi yang saya tinggali tidak kunjung damai.

Anonymous said...

mereka itu memang gag ada budaya,,, bikin emosi gwe aja!!!


Post a Comment

Translate this page from Indonesian language!

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Widget by ateonsoft.com
Share Artikel on Facebook
 

Borneo Backpakers | Pontianak - Recent Posts

Blog Widget by LinkWithin